Waspadai TBC Kelenjar

0
64
waspadai TBC kelenjar

Seputarherbal.com tuberkulosis atau biasa disebut TBC ternyata tidak hanya dapat  terjadi pada paru-paru, tapi juga dapat terjadi pada bagian tubuh lain, salah satu diantaranya adalah kelenjar getah bening. Sebagian besar TBC memang terjadi pada paru-paru. Akan tetapi infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) ini juga bisa menyerang pada bagian tubuh lain. Kondisi yang disebut TB extrapulmonary atau TB di luar paru ini dapat juga mengenai selaput otak, ginjal, tulang, atau bagian tubuh lainnya termasuk kulit dan pleura.

Menurut data statistik, TB di luar paru dialami sekitar 50 persen para penderita HIV yang juga sekaligus mengidap TB. Di antara berbagai jenis TB, limfadenitis tuberkulosis atau biasa disebut dengan TBC kelenjar memiliki persentase sangat besar dibandingkan berbagai jenis TB di luar paru lainnya. TBC kelenjar ini bisa terjadi pada berbagai area tubuh, contohnya dileher, ketiak, lipat paha dan lainnya.

Benjolan di Leher

Di antara kasus TBC kelenjar, kasus yang banyak terjadi pada leher yang disebut dengan skrofula. Skrofula adalah infeksi TB yang terjadi pada kelenjar getah bening di leher yang umumnya dapat ditularkan melalui seseorang yang menghirup udara terkontaminasi oleh MTB. Dari paru-paru, kuman TB juga dapat berpindah ke kelenjar getah bening terdekat, termasuk kelenjar di leher.

Kasus TB kelenjar ini banyak ditemukan di negara berkembang dengan angka penderita TB yang  tinggi. Kondisi ini dapat menimpa orang dewasa, lansia, ataupun anak-anak, terlebih lagi untuk mereka yang mengalami kelemahan sistem kekebalan tubuh.

Salah satu tanda dari TB kelenjar adalah munculnya benjolan pada leher ataupun kepala. Biasanya benjolan ini dapat terus membesar seiring waktu dan tidak terasa nyeri. Selain itu juga, skrofula biasa disertai dengan gejala-gejala lain, seperti penurunan berat bada, demam, tubuh terasa tidak nyaman, dan berkeringat pada malam hari.

Artikel terkait : Cara mengobati benjolan dileher

Diagnosis TBC Kelenjar

Diagnosis penyakit ini pada umumnya dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan juga penelusuran riwayat penyakit oleh dokter. Setelah diduga menderita TBC kelenjar, dokter akan segera menyarankan pemeriksaan sebagai penunjang berupa biopsi (pengambilan sampel jaringan) terhadap benjolan tersebut. Salah satu prosedurnya yaitu melalui biopsi aspirasi dengan jarum halus.

Untuk membantu diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi Rontgen dada, CT scan leher, tes darah, dan juga pemeriksaan biakan kuman TB. Pemeriksaan mendeteksi HIV juga mungkin diperlukan.

Baca juga : Cara penularan HIV yang harus diketahui

Penanganan skrofula juga dapat dilakukan dengan pemberian antituberkulosis yang diberikan selama 6 bulan atau lebih. Obat antituberkulosis (OAT) yang diberikan biasanya merupakan kombinasi  isoniazid, rifampicin, pirazinamid, dan juga ethambutol. Dokter dapat melakukan penambahan ataupun pengurangan jenis obat, serta menambahkan lama terapi hingga beberapa bulan. Langkah pembedahan mungkin juga dilakukan jika obat antibiotik tidak dapat meredakan TBC kelenjar.

Dengan pengobatan yang tepat dan efisien, penderita TBC kelenjar dapat pulih sepenuhnya. Tetapi juga ada kalanya terjadi komplikasi yang menyebabkan munculnya jaringan parut dan luka yang mengering di leher. Komplikasi ini dapat disebabkan karena terbentuknya fistula dan nanah. Untuk mengurangi risiko serangan TBC kelenjar menjadi lebih parah, segera periksakan diri ke dokter/rumah sakit, jika terjadi pembengkakan pada leher.

https://lingshenyao.id/kanker-kantong-kemih/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here