Ini Dia Tanda GERD Sudah Sembuh

0
14

Seputraherbal.com – Gastroesophageal reflux disease atau penyakit GERD adalah gangguan pada sistem pencernaan yang ditandai oleh refluks asam lambung berlulang dalam jangka panjang. Refluks asam lambung sendiri merupaka suatu kondisi yang terjadi ketika cairan asam lambung bocor dan mengalir naik kemlbali ke kerongkongan (esofagus), sehingga dapat menimbulkan gejala yang cukup parah. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk segera mendapat pengobatan terkait penyakit ini dan mengetahui tanda GERD sudah sembuh.

Sebelum membahas mengenai tanda GERD sudah sembuh, perlu Anda ketahui bahwa cairan asam lambung yang naik kembali esofagus dapat mengikis dan mengiritasi dinding lapisan kerongkongan. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya rasa nyeri dan sensasi panas di ulu hati dan tenggorokan, atau yang disebut juga dengan heartburn, serta membuat mulut menjadi terasa pahit.

Perlu Anda pahami, bahwa pada dasarnya semua orang memproduksi cairan asam di dalam lambung mereka, Namun, ada kalanya cairan asam lambung tersebut diproduksi lebih banyak dari biasanya pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat setelah makan untuk melancarkan proses pencernaan. Meningkatnya kadan asam lambung dalam kondisi ini masih tergolong normal dan dapat menurun dengan sendirinya.

Namun, meningkatnya produksi asam lambung di dalam tubuh juga dapat menjadi gejala adanya gangguan pada sistem pencernaan jika terjadi secara berulang-ulang.

Penyakit GERD sendiri sebenarnya merupakan jenis gangguan pencernaan yang bisa dibilang lumrah dan dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Meski begitu, ada beberapa hal yang membuat risiko seseorang mengalami GERD lebih tinggi, di antaranya adalah faktor kehamilan, kegemukan (obesitas), perokok aktif, sering mengonsumsi alkohol, dan mengalami gangguan jaringan ikat (scleroderma).

Penyebab Penyakit GERD

Seperti yang telah Anda ketahui, penyebab GERD adalah akibat meningkatnya kadar asam lambung di dalam tubuh. Dalam kondisi ini, cairan asam lambung tersebut naik kembali ke kerongkongan.

Penyebab GERD dapat terjadi ketika katup kerongkongan bagian bawah (sfringter) menjadi lemah karena meningkatnya asam lambung. Sfringter kerongkongan merupakan otot di bagian bawah kerongkongan yang menjadi pemisah antara lambung dan bagian tersebut.

Normalnyal, sfringter seharusnya berada dalam kondisi tertutup, sehingga dapat mencegah cairan asam lambung agar naik kembali ke kerongkongan. Katup ini baru akan terbuka ketika makanan di mulut akan masuk ke dalam perut. Setelah itu, katup kerongkongan akan tertutup kembali.

Namun, dalam kasus GERD, yang terjadi justru tidak seperti itu. Katup tersebut malah menjadi melemah, sehingga bisa terbuka dengan mudah meski sedang tidak ada makanan yang masuk.

Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan cairan asam pada lambung naik ke kerongkongan. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, maka lapisan dapat menyebabkan iritasi hingga peradangan pada kerongkongan.

Gejala Penyakit GERD

Berikut ini adalah beberapa gejala GERD yang cukup mengganggu dan perlu diwaspadai :

  1. Nyeri di ulu hati

Gejala utama GERD yang paling sering terjadi adalah nyeri pada ulu hati yang menjalar hingga kerongkongan. Nyeri pada ulu hati ini juga bisa terasa seperti terbakar, sehingga disebut dengan heartburn. Gejala yang satu ini pun bisa berlangsung lama, yakni sekitar dua hingga tiga jam.

  1. Nyeri setelah makan

Penderita GERD biasanya merasakan nyeri dada yang cukup berat setelah makan. Kondisi ini terjadi akibat mengonsumsi makananyang masuk dan memicu pengeluaran asam lambung.

Maka dari itu, sebaiknya hindari makan dalam jumlah yang besar da hindari juga langsung tidur atau berbaring setelah makan. Selain itu, hindari makanan menurunkan kekuatan katup esofagus dan memicu asam lambung naik, seperti kopi, cokklat, makanan asam, pedas, dan makanan berlemak.

  1. Rasa pahit di mulut

GERD juga dapat menyebabkan mulut penderitanya terasa asam atau pahit. Hal ini tentunya terjadi karena asam lambung yang naik ke kerongkongan. Kondisi ini biasanya terjadi di pagi hari saat bangun tidur. Beberapa orang juga merasakan adanya sensasi asam di ujung lidah.

  1. Susah menelan

Terjadinya peradangan pada sepanjang esofagus karena asam lambung dapat menyebabkan penderita GERD kesulitan menelan. Dalam kondisi yang sangat parah, dapat terjadi jaringan parut pada esofagus. Hal ini tentunya dapat menyebabkan kesulitan menelan makanan dan sensasi makanan yang terganjal di tengah esofagus.

  1. Mual

Timbulnya rasa mual dan ingin muntah juga menjadi gejala GERD yang selanjutnya. Oleh sebab itu, hindari konsumsi makanan berminyak dan mengandung lemak tinggi. Hindari juga mengonsumsi minuman yang mengandung gas, seperti soda, agar asam lambung tidak semakin naik.

  1. Suara serak

Asam lambung naik ke kerongkongan dalam jangka panjang menyebabkan penderita GERD mengalami suara serak. Hal ini terjadi akibat iritasi yang juga terjadi pada tenggorokan dan pita suara.

  1. Radang tenggorokan

Asam lambung naik ke kerongkongan dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan, sehingga orang yang menderita GERD akan mengalami keluhan seperti batuk kering dan nyeri tenggorokan yang tak kunjung membaik.

  1. Bau mulut tidak sedap

Bau napas dan bau mulut juga bisa jadi gejala penyakit GERD. Hal ini disebabkan karena naiknya asam lambung ke daerah mulut, yang makan dapat membuat bau mulut tidak sedap. Namun, bau mulut juga bisa jadi akibat gigi berlubang alih-alih GERD.

Pengobatan GERD

Setelah mengetahui sedikit banyak mengenai penyakit GERD, tentu Anda dapat menyimpulkan bahwa GERD bukanlah kondisi sepele yang patut diabaikan. Pasalnya, penyakit ini bisa menjadi permasalahan lain yang menyebabkan munculnya berbagai penyakit lain hingga beberapa kasus ada yang meninggal seperti halnya dr. Ryan Thamrin. Oleh karena itu, pastikan Anda segera melakukan pengobatan yang nantinya pihak praktisi kesehatan akan memberikan beberapa opsi berikut ini.

  1. Prosedur endoskopi

Ketika penyakit GERD yang Anda alami sudah sangat parah, maka dokter akan melakukan prosedur endoskopi. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan sebuah tabung fleksibel melalui kerongkongan dengan kamera pada ujungnya. Melalui tindakan ini, maka akan diperoleh sampel jaringan yang akan dianalisa lebih lanjut untuk ditemukan penyebab pasti dari penyakit GERD tersebut.

  1. Esophageal manometry

Hampir sama dengan prosedur endoskopi, esophageal manometry ini adalah bagian dari solusi untuk mengatasi penyakit GERD yang dilakukan dengan memasukkan monitor pada bagian kerongkongan. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan informasi kapan GERD tersebut muncul sehingga bisa ditindaklanjuti dengan segera.

  1. Tes pencitraan

Tes pencitraan juga menjadi solusi dalam menangani penyakit GERD. Tes ini akan dilakukan dengan memanfaatkan sinar x ray. Dengan cara ini, maka didapatkan sebuah gambaran secara menyeluruh mengenai kondisi dari kerongkongan, usus, hingga lambung. Dengan begitu, dokter dapatmenyimpulkan lebih akurat dan memberikan tindak lanjut.

Sementara itu, mengenai tanda penyakit GERD sudah sembuh cenderung dilihat dari gejalanya. Sebab, pada dasarnya pengobatan GERD dilakukan untuk mengatasi dan mencegah gejala yang dapat terjadi.

https://kapsulmetama.com/gejala-asam-lambung-naik/