3 Masalah Kesehatan Di Indonesia

0
89
Masalah kesehatan di indonesia

Seputarherbal.com sebagai negara yang tergolong  katanya memiliki tingkat ekonomi terbaik di dalam G20. Indonesia tentunya boleh dibilang juga sebagai negara yang cukup makmur. Kamu pun pasti mengetahuinya bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan alam cukup lengkap dan paling melimpah.

yang luar biasa, Indonesia ternyata belum mampu menyelesaikan permasalahan terutama kesehatannya dengan baik. Diantaranya adalah TBC, Stunting, dan juga Imunisasi adalah 3 masalah kesehatan yang menjadi sorotan publik.

Berikut merupakan 3 Masalah kesehatan di Indonesia :

Kasus TBC

Berdasarkan data yang diperoleh dari WHO Global Tuberculosis Report 2016, Indonesia menempati posisi kedua dengan TBC tertinggi di dunia. Insiden kasus TBC di Indonesia tidak pernah menurun.

“Berdasarkan studi Global Burden of Disease, TBC merupakan penyebab kematian kedua di dunia,”.Angka TBC di Indonesia berdasarkan sebanyak 759 / 100 ribu penduduk pada usia 15 tahun ke atas. Dengan jumlah laki-laki yang cenderung lebih tinggi daripada perempuan, dan jumlah di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan.

Siswanto juga menyebutkan, solusi yang bisa ditawarkan adalah berupa peningkatan deteksi dengan pendekatan keluarga, menyelesaikan under-reporting pengobatan TBC

Dengan penguatan PPM, meningkatkan kepatuhan pengobatan TBC, perbaikan sistem deteksi MDR TBC (Klinik MDR TBC dengan jejaringnya) dan akses terapi.

Artikel terkait : Waspadai TBC kelenjar 

Kasus stunting

Banyak faktor yang menjadi penyebab stunting, di antaranya adalah faktor ibu yang kekurangan nutrisi di masa remajanya, masa kehamilan, atau masa menyusui. “

Faktor lainnya adalah berupa kualitas pangan asupan vitamin dan juga mineral, buruknya keragaman pangan dan sumber protein dari hewani, dan adapun faktor lain seperti ekonomi, pendidikan, infrastruktur, budaya, dan  juga lingkungan,” imbuh (Siswanto).

Pada tahun 2010, WHO membatasi masalah stunting sebesar 20%. Berdasarkan Pemantauan (Status Gizi 2015-2016), prevalensi balita stunting di Indonesia dari ke 34 provinsi hanya ada 2 provinsi yang berada di bawah batasan WHO tersebut.

Cara untuk mengatasi hal tersebut, perlu intervensi yang spesifik gizi pada remaja, ibu hamil, bayi 0-6 bulan dan ibu bayi

“Selain dari pada itu diperlukan juga intervensi sensitive gizi seperti peningkatan ekonomi keluarga, program keluarga harapan, akses air bersih dan sanitasi, program edukasi gizi, akses pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur,” kata Siswanto.

Kasus imunisasi

Kejadian luar biasa difteri dan campak yang terjadi baru-baruini  membuat pemerintah harus kembali menganalisa mengenai cakupan imunisasi yang telah dilakukan, mutu ataupun kualitas vaksin yang ada, serta kekuatan surveilans pada berbagai daerah.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI, pada tahun 2015 cakupan imunisasi secara nasional mencapai 86,5%, untuk tahun 2016 mencapai 91,6%, dan pada 2017 mencapai 92,4%.

“Usulan penajaman pada program sangat penting dilakukan, yaitu berupa peningkatan cakupan imunisasi. Program edukasi kepada masyarakat dan advokasi pada pimpinan wilayah, hingga membangun sistem surveilans. Bertujuan untuk mendeteksi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” Siswanto.

https://lingshenyao.id/jual-obat-kista-jakarta/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here