Mengenal Macam-Macam Kista Di Telinga

0
22

Seputarherbal.com – Apa yang akan terjadi jika Anda menemukan adanya kista di telinga? Munculnya benjolan di daun telinga merupakan kondisi tidak bisa dibiarkan begitu saja, terutama apabila sampai mengganggu fungsi pendengaran Anda. Lantas, apa saja penyebab munculnya benjolan di daun telinga dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan di bawah ini.

Pada dasarnya, telinga merupakan indera pendengaran yang dapat membantu kita untuk menangkap sumber suara, yang kemudian masuk melalui lubang teliga. Meskipun termasuk organ penting, telinga juga rentan mengalami masalah kesehatan, salah satunya adalah munculnya kista atau benjolan di daun telinga.

Kista di daun telinga bisa diserta dengan timbulnya rasa nyeri yang cukup mengganggu pengidapnya. Meski pada umumnya penyebab munculnya benjolan di telinga tidak berbahaya, akan tetapilebih baik kondisi ini tetap perlu diperiksakan ke dokter. Hal ini disebabkan , bisa jadi kondisi tersebut menandakan adanya masalah serius pada telinga, hidung, tenggorokan, hingga menyebabkan masalah terhadap kemampuan mendengar.

Munculnya benjolan di daun telinga dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti infeksi, kista, pembengkakan kelenjar getah bening, dan jerawat. Untuk mengetahui lebih jelas lagi, berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya benjolan di daun telinga :

  1. Pseudokista

Pesudokista adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan di daun telinga, yang terjadi akibat mengumpulnya cairan kuning (pus) di antara kulit telinga dengan tulang rawan. Umumnya, benjolan ini tidak menimbulkan rasa nyeri, sehingga penderita tidak menyadari adanya benjolan besar di bagian daun telinga atas. Untuk mengatasi pseudokista, dokter akan mengeluarkan cairan yang terdapat di dalam benjolan dengan memberikan sayatan kecil.

  1. PembengkakanKelenjar Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening adalah salah satu kondisi yang menyebabkan munculnya benjolan di belakang telinga. Kelenjar getah bening pada dasarnya tersebar di seluruh bagian tubuh, seperti leher, ketiak, panggul, pangkal paha, dan perut. Kelenjar ini memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan infeksi. Jika kelenjar getah bening mengalami peradangan, tentunya dapat menyebabkan munculnya benjolan di belakang telinga.

Pembengkakan kelenjar getah bening di belakang telinga umumnya terjadi karena adanya infeksi luka atau abses gigi. Meski kondisi ini bukanlah kondisi yang berbahaya, namun dalam beberapa kasus kondisi seperti ini memerlukan perawatan medis apabila tidak membaik dalam beberapa hari.

  1. Otitis Media

Otitis media merupakan istilah lain untuk infeksi telinga, yang mana dapat disebabkan oleh bakteri dan virus. Ketika terjadi infeksi, kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya penumpukan dan pembengkakan cairan yang terasa menyakitkan. Gejala ini juga dapat menyebabkan munculnya benjolan di belakang telinga.

  1. Mastoiditis

Mastoiditis adalah infeksi pada tulang mastoid atau daun telinga. Kondisi ini seringkali menyerang bagian belakang telinga. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang biasa menyerang anak-anak. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa munculnya benjolan di belakang telinga yang berwarna merah, bengkak, dan juga disertai dengan demam tinggi pada anak.

Untuk mengatasi mastoiditis, Anda perlu menghilangkan sumber infeksi. Anda dapat menggunakan antibiotik berupa ampisilin yang dapat dikonsumsi selama dua minggu.

  1. Jerawat

Jerawat merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan karena adanya penyumbatan pada folikel kulit akibat minyak (sebum) dan debu, sehingga terjadi pembengkakan. Kondisi ini juga dapat terjadi akibat kurangnya kebersihan telinga.

  1. Limfadenopati

Limfadenopati adalah kondisi yang terjadi akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Ketika kelenjar getah bening yang tersebar di belakang telinga mengalami pembengkakan, maka akan menyebabkan muncul benjolan.

  1. Kanker

Salah satu penyebab munculnya benjolan di area belakang telinga yang harus Anda waspadai adalah kanker. Pasalnya benjolanyang muncul di telinga bisa jadi merupakan gejala munculnya kanker nesofaring. Selain itu, kanker nesofaring juga dapat menimbulkan benjolan di leher atau tenggorokan.

Jenis kanker ini seringkali tidak menimbulkan gejala apapun di masa awal perkembangannya. Namun, seiring berkembangnya kondisi ini, dapat muncul benjolan di belakang telinga yang diikuti dengan gejala lain, di antaranya adalah :

  • Nyeri telinga.
  • Sering mimisan.
  • Pilek yang tak kunjung sembuh.
  • Gangguan pada pendengaran.
  • Muncul bercak atau sariawan di mulut yang tidak kunjung menghilang.
  • Suara menjadi serak.
  • Penurunan berat badan.
  • Nyeri di bagian leher atau rahang.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, maka jangan ragu untuk menemui dokter agar dapat diperiksa dan diketahui penyebabnya.

  1. Abses

Abses merupakan pembengkakan berupa benjolan yang di dalamnya berisi nanah, dan muncul ketika jaringan atau sel di bagian tubuh mengalami infeksi. Sebagai perlawanan terhadap infeksi, tubuh akan mengirimkan sel darah putih ke bagian yang mengalami infeksi.

Sel darah putih ini mulai menumpuk pada bagian tubuh yang terdampak dan berujung pada munculnya nanah. Abses pada dasarnya dapat muncul di bagian tubuh manapun, termasuk daun telinga, dan akan terasa menyakitkan dan hangat apabila disentuh.

Benjolan di Telinga yang Harus Diperiksa ke Dokter

Jika Anda menemukan adanye benjoan di daun telinga maupun di bagian telinga lainnya, maka cobalah untuk meraba dan merasakannya. Apabila benjolan tersebut terasa lunak dan mudah digerakkan, maka ada kemungkinan bahwa benjolan tersebut merupakan lipoma. Sementara itu, jika benjolan lunak dan terasa nyeri saat disentuh, maka kemungkinan benjolan tersebut merupakan jerawat atau abses.

Selain itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan apabila terdapat gejala lain yang menyertai munculnya benjolan. Misalnya, apabila benjolan di telinga muncul disertai dengan demam atau menggigil, ada kemungkinan Anda mengalami infeksi. Kondisi ini tentunya harus segera mendapat penanganan dari dokter.

Seperti yang telah Anda ketahui, bahwa munculnya benjolan di telinga dapat disebabkan karena banyak hal. Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami kondisi ini. Pasalnya, penting untuk mengetahui penyebab pasti dari munculnya benjolan tersebut agar dapat memastikan apakah benjolan tersebut bahaya atau tidak.

Selain itu, pastikan jika Anda tidak memencet-mencet benjolan yang muncul di telinga, sebab hal ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan infeksi di area tersebut. Biasanya, dokter juga dapat mengeluarkan isi benjolan secara langsung melalui prosedur bedah minor, meski hal tersebut jarang diperlukan, kecuali untuk benjolan yang besar, menimbulkan gangguan (berupa nyeri), ataupun atas keinginan pasien sendiri.

Baca Juga : Obat Tumor Jinak Herbal

https://lingshenyao.id/obat-kista-ovarium/