Gejala Kista Pilonidal dan Penanganannya

0
64
gejala kista pilonidal ‎

Kista merupakan tumor jinak yang bisa tumbuh dimana saja. Jenis kista dapat dibedakan berdasarkan gejala dan lokasinya. salah satu gejala kista pilonidal yang mudah dibedakan yaitu lokasinya yang terletak pada daerah lipatan bokong. Kista jenis ini berisi kantong cairan, mirip seperti bisul.

Awal gejala kista pilonidal ‎ banyak tidak disadari, karena tidak menimbulkan nyeri jika ukurannya masih kecil. Namun jika ukurannya sudah cukup besar ada beberapa hal yang mungkin dirasakan pederitanya. Berikut gejala kista yang sudah cukup besar :

  • Timbul rasa nyeri ditekan atau ketika sedang duduk.
  • Terasa ada yang mengganjal pada daerah bokong,
  • Bengkak, kemerahan hingga pada daerah lipatan bokong.
  • Demam.

Kasus kista pilonidal lebih banyak ditemui pada laki-laki dengan usia muda apalagi jika seseorang dalam keadaan kegemukan. Faktor lainnya yang dapat memicu kista ini lebih kepada kebiasaan sehari yang kurang diperhatikan. Misalnya penggunaan celana yang ketat, kurang menjaga kebersihan diri dan terlalu lama duduk. Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa hal yang terjadi pada penderita kista jenis ini. Berikut penyebanya :

  • Sinus pada tulang ekor.
  • Faktor keturunan
  • Pernah mengalami kista pilonidal sebelumnya.
  • Trauma berulang pada daerah lipatan bokong.
  • Rambut dekat dengan bokong yang terlalu banyak.
  • Infeksi berulang kali.
  • Bawaan lahir.

Gejala kista pilonidal ‎sering kali tertukar dengan bisul dan ambeyen, karena lokasi benjolannya. Sehingga ada baiknya anda melakukan periksakan pada dokter untuk mendiagnosis jenis benjolan yang terjadi. Dokter cukup melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan rontgen jika diperlukan. Untuk menentukan jenis benjolan dan mengetahui penangan yang terpat diperlukan pemeriksaan oleh dokter.

gejala kista pilonidal ‎

Dalam menangani kasus kista jenis ini ada beberapa yang perlu diperhatikan.  Misalnya tingkat keparahan, ukuran dan juga kemungkinan infeksi. Namun, umumnya akan dilakukan prosedur pembedahan. Berikut beberapa jenis penanganan yang biasa dilakukan :

Insisi dan drainase

Prosedur ini dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan isi dari kista. Tapi, pada kista yang ukurannya cukup besar maka sayatan yang di buat juga lebih luas. Selanjutnya sayatan tersebut akan dijahit agar rongga tertutup kembali.

Pengangkatan kista

Jika sebelumnya prosedur yang dilakukan hanya untuk mengeluarkan isi dari kista, beda dengan perosedur pengangkatan. Penanganan kali ini dilakukan dengan cara mengangkat sebagian atau seluruh dari kista. Tergantung sejauh apa kista dapat mengganggu jaringan disekitarnya.

Setelah melakukan prosedur tersebut, ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan pasien, seperti :

  • Berendam air hangat untuk meredakan nyeri pasca tidakan.
  • Menkonsumsi vitamin A, C dan zinc yang dapat membantu penyembuhan.
  • Mengoleskan minyak atsiri agar tidak terjadi infeksi.
  • Olahraga ringan untuk memperlancar aliran darah, sehingga proses penyembuhan lebih cepat.

Biasanya akan timbul rasa nyeri setelah proses tindakan penyayatan atau pengangkatan kista, terlebih Ketika duduk. Dokter biasanya menyarankan untuk menggunkan bantal Ketika duduk untuk mengurangi rasa nyeri.

gejala kista pilonidal ‎

Meski kista yang satu ini tak banyak dikeluhkan, namun pencegahan tetap pelu dilakukan. Berikut pencegahan yang dapat kita lakukan agar terhindar dari kista pilonidal :

  • Menjaga kebersihan daerah bokong dari kotoran dan rambut yang terlalu lebat.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Menghindari celana yang terlalu ketat.
  • Perhatikan posisi duduk.

Jika kegiatan anda mengharuskan untuk banyak duduk, cobalah sesekali berdiri atau berjalan-jalan. Hal ini dilakukan untuk melancarkan aliran darah pada daerah bokong. Atau anda juga dapat gunakan bantal khusus, untuk mengurangi takanan pada bokong.

Baca Juga:

Obat Untuk Kista dari Tumbuhan Herbal