Penderita Endometriosis Bisa Hamil? Ini Jawabannya

0
20

Seputarherbal.com – Endometriosis merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling ditakuti wanita. Bagaimana tidak? Penyakit ini dapat menyebabkan seseorang menjadi sulit untuk hamil dan memiliki keturunan. Lantas, masih adakah harapan pengidap endometriosis bisa hamil? Simak jawabannya di bawah ini.

Endometriosis adalah salah satu masalah kesehatan yang menyerang sistem reproduksi wanita. Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang membentuk dinding rahim tumbuh di luar rahim. Endometriosis seringkali ditemukan pada wanita yang berada di usia subur atau usia reproduksi. Tak jarang, kondisi ini membuat wanita menjadi panik akan terjadinya penyakit yang serius pada organ reproduksi mereka. Salah satu yang paling ditakuti adalah terjadinya kemandulan. Lantas, apakah wanita dengan endometriosis bisa hamil? Simak ulasan di bawah ini.

Wajar jika Anda sebagai wanita khawatir akan penyakit endometriosis. Pasalnya, 30 sampai 50 persen wanita dengan endometriosis juga mengalami gangguan kesuburan (infertilitas). Meski demikian, Anda jangan dulu putus asa, sebab masih ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mencapai kehamilan bagi penderita endometriosis.

Pada dasarnya, endometriosis terjadi akibat jaringan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Dalam kondisi normal, seharusnya dinding rahim hanya akan menebal saat menjelang masa ovulasi guna mempersiapkan diri agar calon janin dapat menempel dengan sempurna di rahim pada saat terjadi pembuahan.

Penyebab Endometriosis

Sayang sekali, hingga saat ini penyebab dari endometriosis sendiri masih belum dapat diketahui secara pasti. Namun, para ilmuwan menduga bahwa salah satu penyebab utama munculnya endometriosis adalah akibat menstruasi retrograde. Menstruasi retrograde adalah kondisi di mana darah haid yang mengandung sel-sel endometrium mengalir kembali ke dalam rongga panggul. Darah haid tersebut mengalir kembali melalui tuba falopi, sehingga tidak keluar dari tubuh. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan sel-sel endometrium yang terperangkap menempel pada dinding panggul dan permukaan organ pangul, sehingga pada akhirnya terus tumbuh menebal. Selain itu, endometriosis juga dapat terjadi karena transformasi sel embrio, implantasi bekas luka bedah, pengangkutan sel endometrium, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.

Faktor Risiko Endometriosis

Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang berisiko lebih tibggi mengalami endometriosis, yaitu :

  • Belum pernah melahirkan.
  • Memiliki indeks massa tubuh yang rendah.
  • Tingginya julah esterogen di dalam tubuh
  • Menstruasi dini.
  • Memiliki siklus menstruasi pendek, yaitu kurang dari 27 hari.
  • Memiliki keluarga (ibu, saudara perempuan, atau nenek) dengan riwayat endometriosis.
  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol.
  • Ada kelainan pada uterus.
  • Memiliki riwayat penyakit yang mencegah aliran menstruasi keluar dari tubuh secara normal.

Gejala Endometriosis

Berikut ini adalah beberapa gejala endometriosis yang umum terjadi :

  1. Nyeri panggul

Gejejala utama endometriosis nyeri di bagian panggul. Nyeri di panggul ini biasanya terasa sebelum menstruasi hingga beberapa hari selama menstruasi berlangsung. Selain nyeri di panggul, Anda juga dapat merasa nyeri di bagian punggung atau perut bagian bawah.

  1. Nyeri haid berat

Nyeri haid sebenarnya merupakan hal yang wajar saja terjadi pada setiap wanita. Namun, lain halnya dengan mereka yang mengidap endometriosis. Wanita yang memiliki endometriosis biasanya merasakan nyeri haid yang sangat berat dan berbeda dari biasanya. Bahkan, nyeri haid tersebut dapat menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu.

Selain mengalami nyeri haid berlebihan, wanita dengan endometriosis juga mengalami pendarahan yang berlebihan saat menstruasi.

  1. Nyeri saat berhubungan seksual

Wanita dengan endometriosis juga seringkali mengeluhkan rasa sakit ketika melakukan hubungan intim.

  1. Bahaya Endometriosis

Seperti yang telah Anda ketahui, bahwa endometriosis menyebabkan jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim (endometrium) tidak keluar dari vagina pada saat menstruasi. Hal tersebut membuat sisa-sisa jaringan endometrium mengendap di sekitar organ reproduksi. Lama kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya jaringan parut, hingga kista endometriosis, yaitu kista ini terbentuk di ovarium, berukuran besar, dan berisi cairan. Bahkan, kista tersebut juga dapat membungkus ovarium.

  1. Gangguan saat BAB

Dalam beberapa kasus, wanita yang menderita endometriosis juga dapat mengalami gejala, seperti nyeri saat buang air, baik besar maupun kecil. Biasanya, keluhan ini terjadi pada periode menstruasi. Gejala-gejala lain yang juga dapat terjadi antara lain adalah kelelahan, sembelit, diare, perut kembung, mual-mual, dan gejala-gejala tersebut umumnya juga muncul pada periode menstruasi. Dalam kondisi serius, endometriosis juga berpotensi menyebabkan kemandulan pada wanita, sehingga Anda perlu berhati-hati.

Apakah wanita dengan endometriosis bisa hamil?

Endometriosis pada dasarnya memang dapat mengganggu kesuburan dan potensi wanita untuk hamil. Namun, bukan berarti Anda harus menyerah begitu saja. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai endometriosis yang Anda alami dan rencana kehamilan yang tepat untuk dijalani.

Biasanya, program hamil pada wanita dengan endometriosis akan disesuaikan dengan faktor yang memengaruhi terjadinya infertilitas atau kemandulan, usia, serta tingkat keparahan endometriosis yang dialami.

Berikut ini adalah beberapa metode perencanaan kehamilan yang mungkin dilakukan, yaitu :

  1. Bayi tabung

Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh wanita dengan endometriosis adalah dengan mengikuti program bayi tabung. Upaya ini umumnya dilakukan apabila pemberian obat-obatan kesuburan tidak berhasil.

Namun, wanita dengan usia di atas 35 tahun, mengalami endometriosis stadium lanjut, dan memiliki lebih dari satu risiko infertilitas atau kemandulan biasanya disarankan langsung menjalani metode ini.

  1. Inseminasi buatan

Inseminasi buatan lebih disarankan untuk wanita dengan endometriosis yang masih tergolong ringan, serta kondisi tuba falopi yang normal dan memiliki pasangan dengan kualitas sperma baik. Kondisi seperti ini umumnya dapat didukung dengan pemberian obat-obatan untuk kesuburan.

  1. Operasi pengangkatan jaringan endometrium

Operasi pengangkatak jaringan endometrium ini pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi rasa sakit akibat endometriosis dan meningkatkan fertilitas atau pembuahan. Namun, operasi ini berisiko menciptakan jaringan parut yang justru akan meningkatkan risiko gangguan kesuburan.

Penanganan Endometriosis

Sejauh ini belum dapat dipastikan obat apa yang dapat digunakan untuk menghilangkan endometriosis secara keseluruhan. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan gejala endometriosis dan rasa sakit yang muncul, yaitu :

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun, tidak semua kasus endometriosis dapat diatasi hanya dengan mengonsumsi obat-obatan tersebut.
  • Penggunaan pil KB, untuk mencegah endometriosis bertambah parah serta untuk meringankan gejala akibat kondisi ini.
  • Terapi hormon, bertujuan untuk mengurangi kadar hormon estrogen dalam tubuh Anda. Pasalnya, hormon inidapat memicu perkembangan endometriosis.
  • Operasi laparoskopi, untuk mendiagnosis dan menghilangkan jaringan endometrium. Caranya adalah dengan membuat sayatan kecil di perut untuk menghilangkan jaringan tersebut. Bagi Anda yang ingin memiliki keturunan, maka operasi ini akan memperbesar peluang Anda untuk hamil, meski tidak menjamin sepenuhnya.

Baca Juga : Atasi Dampak dari Penyakit Endometriosis 

https://lingshenyao.id/obat-kista-endometriosis/