Inilah Cara Menghilangkan Kista di Rahim

0
13

Seputarherbal.com – Kista rahim tentunya menjadi salah satu momok penyakit yang cukup banyak ditemukan pada wanita. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap wanita berpotensi memiliki kista di rahim mereka, terutama bagi mereka yang pola hidupnya tidak sehat. Lantas, bagaimana cara menghilangkan kista di rahim?

Kista adalah benjolan atau kantong tertutup berisi cairan, gas, rambut, gigi, atau jaringan lainnya. Kista umumnya terbentuk akibat terjadinya infeksi, penyumbatan, atau peradangan dalam jangka panjang. Sementara itu, faktor lain yang dapat memicu terbentuknya kista adalah faktor keturunan.

Banyak wanita yang keliru dan beranggapan bahwa kista merupakan penyakit ganas dan mematikan. Padahal, meski ditandai dengan munculnya benjolan, kista dikategorikan sebagai tumor jinak yang tidak berbahaya, meski beberapa jenis kista memang berpotensi berubah menjadi tumor ganas apabila tidak segera ditangani. Namun, tidak semua jenis kista di rahim berpotensi menjadi ganas. Bahkan dalam beberapa kasus, kista di rahim tidak memerlukan penanganan khusus dan dapat menghilang seiring dengan berjalannya waktu.

Kista dapat ditemukan di berbagai organ tubuh, seperti hati, ginjal, pankreas, dan kulit. Lokasi tumbuhnya kista yang paling sering ditemukan pada wanita adalah di bagian indung telur atau ovarium, sehingga disebut dengan kista ovarium.

Kista yang muncul di bagian luar tubuh, seperti pada kulitatau organ yang mudah terdeteksi, tentunya dapat didiagnosis dari awal. Pasalnya, benjolan dapat dilihat atau dirasakan dengan mudah. Namun, lain halnya dengan kista yang tumbuh di organ dalam. Kista di organ dalam seringkali tidak disadari oleh pengidapnya. Oleh sebab itu, tak jarang pengidap kista rahim baru mengetahui kondisinya setelah menjalani pemeriksaan dengan teknik imaging yang berguna untuk mendeteksi benjolan, seperti X-rar, ultrasound atau USG, CAT scans, dan MRI.

Selain pemeriksaan di atas, untuk mendeteksi adanya kista pada rahim juga dapat dilakukan dengan biopsi jarum yang digunakan untuk menentukan apabila jaringan ganas terkait dengan struktur yang menyerupai benjolan. Selain itu, biopsi juga dapat digunakan untuk mengurangi ukuran benjolan kista. Pemeriksaan ini juga dapat membantu memastikan apakah kista rahim berpotensi menjadi kanker atau tidak.

Mengenal Kista Rahim

Kista rahim juga dikenal dengan kista ovarium, yaitu sebuah benjolan jinak berisi cairan yang terbentuk di bagian dalam atau permukaan ovarium (indung telur). Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa kista rahim umumnya tidak menimbulkan gejala apapun yang dapat membuat pengidapnya sadar akan kondisinya. Namun, jika kista di rahim tumbuh dengan ukuran yang cukup besar, maka dapat menimbulkan gejala-gejala yang membuat Anda tidak nyaman, seperti timbul rasa nyeri di bagian panggul, punggung bagian bawah, hingga paha.

Dalam kebanyakan kasus, kisra di rahim disebabkan karena siklus menstruasi yang tidak teratur. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit kista rahimatau kista ovarium dapat terjadi akibat pertumbuhan sel yang tidak normal.

Sebagai wanita, Perlu Anda ketahui bahwa Anda mungkin menegalami kista ovarium setidaknya satu kali dalam hidup Anda. Namun, tidak semuanya berbahaya, bahkan kista ovarium juga dapat menyusut dan hilang dengan sendirinya tanpa harus diobati. Meski begitu Anda tetap harus waspada, terutama ketika benjolan kista tidak mau hilang, membesar, dan pecah. Jika hal tersebut terjadi, maka kista di rahim dapat menimbulkan gejala yang cukup serius.

Jenis Kista di Rahim

Secara umum, terdapat dua jenis kista ovarium, di antaranya adalah :

Kista rahim fungsional, yakni merupakan jenis kista ovarium yang paling umum. Kondisi ini umumnya berkembang sebagai bagian dari siklus menstruasi. Namun, jenis kista ini tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya.

Kista rahim patologis, yaitu benjolan kista yang berkembang akibat pertumbuhan sel yang tidak normal. Kondisi ini umumnya memerlukan perawatan khusus agar tidak berkembang semakin parah dan membahayakan tubuh.

Penyebab Kista Rahim atau Kista Ovarium

Ada beberapa faktor atau kondisi yang dapat memicu tumbuhnya kista di rahim, di antaranya adalah :

  1. Faktor usia

Faktor usia bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami kista ovarium. Wanita di usia pubertas hingga menopause memiliki risiko lebih tinggi mengalami kista ovarium. Hal ini disebabkan karena, pada masa itu wanita masih mengalami menstruasi. Pasalnya, saat wanita mengalami menstruasi, maka peluang munculnya benjolan di ovarium pun semakin tinggi. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi menopause untuk mengalamu kista rahim. Meski kasus ini jarang terjadi, namun kista rahim pada wanita menopause berisiko tinggi menjadi kanker ovarium.

  1. Obat Kemoterapi (Tamoxifen)

Wanita yang menjalani pengobatan kemoterapi dengan tamoxifen juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap kista rahim. Hal ini disebabkan karena, tamoxifen dapat memicu terbentuknya benjolan di ovarium. Namun benjolan tersebut dapat hilang seiring dengan berakhirnya masa kemoterapi.

  1. Sindrom ovarium polikistik

Sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup hormon folikel dalam ovarium untuk melepaskan sel telur, sehingga pada akhirnya membentuk benjolan di rahim.

  1. Endometriosis

Endometriosis adalah masalah kesehatan pada wanita yang terjadi akibat bagian jaringan yang melapisi rahim (jaringan endometrium) yang seharusnya berada di dalam dinding rahim terbentuk di bagian luar rahim, sepertu ovarium, tuba falopi, usus besar, kandung kemih, atau rektum. Benjolan ini biasanya dapat menimbulkan rasa sakit, terutama saat melakukan hubungan seksual.

  1. Penggunaan obat penyubur kandungan

Penggunaan obat penyubur kandungan juga menjadi salah satu penyebab terbentuknya kista di rahim. Obat penyubur kandungan biasanya digunakan untuk membantu melepaskan sel telur (ovulasi). Namun, sayangnya obat ini juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon di dala tubuh, sehingga dapat memicu terbentuknya benjolan.

Gejala Kista Rahim

Dalam kondisi tertentu, kista rahim juga dapat menimbulkan beberapa gejala, di antaranya adalah :

  • Perut terlihat bengkak atau kembung.
  • Perubahan pada siklus menstruasi.
  • Menjadi lebih sering buang air kecil (beser).
  • Terasa nyeri saan buang air besar.
  • Mual dan muntah.
  • Payudara terasa nyeri.
  • Gangguan pada pencernaa, seperti sembelit atau diare.
  • Perut mudah kenyang meski hanya makan sedikit.
  • Nyeri panggul baik sebelum maupun selama masa menstruasi.
  • Nyeri di bagian panggul yang menyebar sampai punggung bawah dan paha.
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  • Badan selalu terasa lelah dan pusing.

Cara Menghilangkan Kista di Rahim

Jika kista di rahim berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, biasanya dokter hanya akan menyarankan pemeriksaan berkala guna memantau perkembangan kista di rahim. Namun, jika kista berukuran besar dan menimbulkan gejala yang mengganggu dan tidak dapat dibiarkan, maka baik kista ovarium ataupun miom perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Cara menghilangkan kista di rahim diperlukan, sebab apabila dibiarkan begitu saja kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti anemia, torsi ovarium, hingga pecahnya benjolan atau kista.

Baca Juga : Perbedaan Kista dan Miom yang Perlu Kamu Tahu

https://lingshenyao.id/obat-tumor-rahim/