Pentingnya Mengetahui Cara Mencegah Kista Sejak Dini

0
23

Kista adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan munculnya benjolan di berbagai bagian tubuh, baik bagian tubuh dalam maupun luar. Lantas, apakah kista berbahaya, dan bagaimana cara mencegah kista sejak dini?

Apa itu kista? Secara umum, kista adalah benjolan berisi cairan, udara, atau jaringan semipadat. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kista juga dapat terbentuk di bagian tubuh manapun, baik di permukaan kulit maupun di organ dalam tubuh.

Umumnya, kista yang muncul bersifat jinak atau non-kanker, sehingga tidak termasuk ke dalam jenis penyakit serius dan berbahaya. Namun bukan berarti Anda dapat mengabaikan kondisi ini, sebab ada beberapa jenis kista yang berpotensi untuk menjadi sel kanker. Namun tidak seperti penyakit lainnya, kista justru seringkali tidak diketahui penyebab yang mendasarinya, serta jarang menimbulkan gejala yang spesifik, sehingga pengidapnya seringkali tidak menyadari bahwa Ia memiliki kista.

Jenis Kista

Berikut beberapa jenis kista yang perlu Anda ketahui :

  1. Kista Dermoid

Kista dermoid merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan abnormal di tubuh. Benjolan ini dapat berisi berbagai macam struktur jaringan, seperti folikel rambut, gigi, jaringan saraf, dan juga kelenjar keringat. Jenis kista ini dapat mucul di permukaan kulit maupun di organ dalam tubuh, di antaranya otak, rongga perut, tulang belakang, rongga sinus, dalam hidung, dan ovarium.

  1. Kista Ovarium

Kista ovarium merupakan salah satu jenis kista yang paling sering dialami oleh wanita. Kista ovarium sendiri adalah benjolan berisi cairan yang terbentuk pada bagian indung telur (ovarium). Dalam kebanyakan kasus, kista ovarium juga tidak berbahaya (jinak) dan dapat menghilang dengan sendirinya, sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. Munculnya kista ovarium juga cenderung tidak menimbulkan gejala yang mengganggu kenyamanan pengidapnya.

Meski demikian, kista ovarium juga dapat tumbuh dengan ukuran yang sangat besar. Bahkan, kista ovarium juga bisa pecah dan berakibat fatal bagi penderitanya. Gejala yang dapat timbul akibat kondisi ini yang paling umum adalah nyeri di bagian panggul atau perut yang cukup parah, yang bahkan dapat membuat pengidapnya pingsan.

  1. Kista Epidermoid

Kista epidermoid adalah benjolan jinak yang terbentuk di bawah kulit yang dapat tumbuh di bagian kulit manapun. Di antaranya adalah wajah, leher, kepala, panggung, bahkan alat vital sekalipun. Kista epidermoid biasanya tidak menimbulkan masalah yang serius tetapi dapat mengganggu penampilan, sehingga membuat pengidapnya merasa tidak percaya diri. Selain itu, kista epidermoid juga bisa mengalami rasa nyeri, infeksi, atau pecah.

  1. Kista Bartholin

Kista bartholin adalah benjolan yang terbentuk pada salah satu atau kedua kelenjar vagina. Kondisi ini terjadi akibat kelenjar pelumas pada vagina (kelenjar bartholin) tersumbat. Kista yang satu ini umumnya terjadi akibat infeksi bakteri penyebab gonore atau klamidia. Sementara itu, gejala utama yang muncul akibat kista bartholin dapat berupa pembengkakan di area sekitar vagina yang terkadang disertai dengan rasa nyeri.

  1. Kista Payudara

Kista payudara adalah benjolan jinak yang berisi cairan, di mana benjolan ini terbentuk di jaringan payudara dan tidak berkembang menjadi sel kanker. Pada beberapa kondisi, kista payudara tidak membutuhkan pengobatan khusus, kecuali jika ukuran kista semakin membesar atau menimbulkan gejala yang mengganggu.

  1. Kista Baker

Kista baker adalah kista yang tumbuh pada bagian belakang lutut. Penyebab utama terjadinya kistabaker adalah akibat adanya penumpukan cairan pelumas sendi (cairan sinovial) yang berlebih pada jaringan lutut. Selain itu, kista baker juga dapat dipicu oleh sejumlah masalah pada lutut, seperti radang sendi atau tulang rawan lutut yang robek.

  1. Kista Ginjal

Kista ginjal adalah benjolan berbentuk bulat dan berisi cairan yang terbentuk di dalam ginjal. Namun Anda tidak perlu khawatir, sebab kista ginjal umumnya bersifat jinak dan tidak berpotensi menjadi ganas atau kanker. Bahkan, kista ginjal jarang menyebabkan komplikasi serius.

  1. Kista Ganglion

Kista ganglion adalah kista yang tumbuh di bagian sendi. Jenis kista ini termasuk salah satu yang jarang terjadi.

  1. Kalazion

Kalazion adalah jenis kista yang tumbuh di bagian kelopak mata. Penyebab kalazion yang paling umum adalah akibat penyumbatan pada kelenjar minyak yang terdapat di bagian mata.

Banyak orang yang keliru membedakan kalazion dan bintitan, yang pasti keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Kalazion cenderung tidak menimbulka rasa sakit dan teksturnya pun kenyal.

  1. Kista Pilonidal

Jika umumnya kista merupakan benjolan berisi cairan, darah atau nanah, maka lain halnya dengan kista pilonidal. Jenis kista yang satu ini umumnya berisi jaringan padat, seperti rambut dan serpihan kulit.

Kapan Kista Harus Dioperasi?

Sebenarnya, tidak semua jenis kista harus dioperasi, selama ukurannya kecil dan tidak menimbulkan gejala atau keluhan apapun. Namun, dokter akan tetap meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memantau perkembangan kista.

Sementara itu, operasi pengangkatan kista baru akan dilakukan apabila kista yang tumbuh sudah cukup besar, menimbulkan gejala yang mengganggu, atau menyebakan masalah pada organ tubuh.

Dokter juga akan menentukan diperlukan atau tidaknya operasi berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti jenis, ukuran, lokasi tumbuhnya kista, serta apakah terjadi infeksi atau tidak pada kista.

Oleh sebab itu, jika Anda menemukan adanya benjolan di tubuh yang mencurigakan dan tidak diketahui penyebabnya, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Tips Mencegah Munculnya Kista

Sebenarnya, cara mencegah kista sejak dini tidak ada yang spesifik, ,elainkan dengan menerapkan pola hidut sehat, yang di antaranya adalah :

  1. Terapkan pola makan sehat, yang mana akan meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Untuk itu, jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang setiap hari.
  2. Istirahat cukup, sebab pada dasarnya tubuh memerlukan waktu untuk tidur dan beristirahat yang cukup untuk dapat mencapai keseimbangan. Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan terganggunya metabolisme juga keseimbangan hormon pemicu kista.
  3. Kelola stres, sebab mengelola stres juga mampu menjaga keseimbangan hormon pemicu kista.
  4. Hindari rokok dan alkohol.

Baca Juga : Obat Herbal untuk Kista

https://lingshenyao.id/obat-cina-kista/