Bahayakah keputihan menggumpal?

0
36
tanda keputihan yang bahaya

Keputihan merupkaan hal yang normal dialami wanita. Keputihan merupakan cara tubuh untuk melindungi daerah kewanitaan dari bakteri dan juga menjaga kelembabannya. Namun, jika keputihan menggumpal dan berbau tidak sedap menimbulkan ketidaknyamanan pada wanita.

Meski bisa dikatakan normal, namun apakah keputihan menggumpal juga dapat dikatakan sebagai kondisi yang normal? Berikut beberapa ciri keputihan yang perlu anda waspadai :

Warna

Warna dari keputihan juga bisa mengindikasikan salah satu tanda bahaya. Keputihan yang dianggap tidak normal seperti berwana keputihan berwarna hijau tidak berbau atau berbau, kuning, putih susu atau bercampur darah (kecoklatan).

Keputihan disertai nyeri

Rasa nyeri yang timbul pada daerah panggul saat sedang keputihan, dapat mengindikasikan perlunya penanganan lebih lanjut. Keputihan disertai nyeri terjadi karena adanya peradangan. Dokter, biasanya akan meresepkan obat antbiotik jika peradangan terjadi.

Bau

Jika tercium bau amis atau seperti bau busuk pada keputihan perlu anda waspadai. Pada ini dapat menjadi salah satu tanda dari kanker serviks atau juga penyakit lainnya.

keputihan menggumpal

Jika ciri-ciri di atas anda alami, ada baiknya segera konsultsi dengan dokter. Hal ini dilakukan agar diketahui penyebab dan juga pengobatan yang tepat. Munculnya keputihan tidak normal tersebut biasanya karena kurangnya seorang wanita memperhatikan kebersihan pada daerah kewanitaan. Selin itu, ada juga beberapa pemicu timbulmnya keputihan tidak normal tersebut. Berikut penyebabnya :

Infeksi ragi

Infeksi ragi ini merupakan salah satu penyebab apakah orang hamil bisa keputihan atau tidak. Ciri dari infeksi ini,selain keputihan biasanya disertai kemerahan, gatal hingga rasa panas ketika buang air kecil. Namun kondiri ini biasanya akibat perubahan hormone pada wanita hamil.

Bakteri vaginosis (BV)

Penyebab keputihan menggumpal juga bisa dikarenakan ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat. Umumnya dalam kasus ini jarang menunjukan gejala. Namun perlu hati-hati, justru penyebab yang satu ini cukup berbahaya loh karena infeksi ini bisa saja terjadi didalam rahim. Karenanya bisa mempengarui kehamilan, misalnya ketuban pecah dini dan kelahiran premature.

Penyakit menular seksual (PMS)

Penyebab yang satu ini yang dianggap paling berbahaya. Karena dapat menyerang pria dan wanita. Selain akan keluar cairan berwarna kekuningan hingga hijau dan berbau tidak sedap dari jalan lahir. penyakit ini juga mengakibatkan persalinan premature. Penyakit menular seksual ini kebanyakan dikarenakan tertular dari pasangan, meskipun tiak semua kasus didapati dari pasangan. Tak hanya persalainan premature saja, penyakit ini juga dapat menimbulkan infeksi pada rahim setelah melahirkan. Pada kasus ini diperlukan pemeriksaan juga pada pasangan untuk memastikan pasanganaanda tidak tertular, atau justu PMS berasal dari pasangan.

Keputihan pada bayi

Tak hanya pada wanita dewasa, keputiha juga dapat terjadi pada bayi perempuan loh ! Penyebab utama adanya keputihan pada bayi dipengaruhi tingginya hormon ibu katika hamil. Peningkatan hormone ini dapat masuk pada tubuh bayi melalui plasenta. Hal inilah yang memicu keputihan pada bayi. Warna keputihannya biasanya berwarna bening dan sedikit bercak darah, disertai vagina bayi yang telihat bengkat. Namun, hal ini merupakan hal yang normal jadi anda tak perlu khawatir.

Mengobtai Miom Tanpa Operasi !

Selama tidak ada tanda bahaya seperti keputihan lebih dari 2 minggu, berbau busuk dan disertai demam, anda bisa merawatnya sendiri di rumah. Yang terpenting menjaga kebersihan tubuh bayi terutama pada daerah kemaluan. Berikut cara membersihkan keputihan pada bayi baru lahir :

  • Jika bayi BAB bersihkan kotorannya ke arah belakang menggunakan yang sudah dibasahi menggunakan air hangat. Jika dalam keadaan darurat anda juga bisa gunakan tisu basah, namun pastikan gunakan tisu basah yang bebas alcohol atau parfum.
  • Bilas vagina bayi menggunakan air hangat dengan perlahan. Bersihkan juga sepanjang lipatan organ vital dengan lembut. Setelah daerah vagina bersih, karingkan dengan cara metepuk-nepuk lembut menggunakan handuk. Lakukan setelah memandikan bayi dan juga di sore hari.

Hindari membersihkan daerah vagina bayi menggunakan sabun atau pembersih anti bakteri. Hal ini malah dapat membuat iritasi pada vagina.

Untuk mengatasi keputihan, Anda dapat konsumsi makanan-makanan yang aman dikonsumsi, seperti buah-buahan. Apalagi buah-buahan dapat menyehatkan tubuh karena kandungan nutrisi dan vitamin yang berlimpah. Tak hanya untuk kebugaran tubuh, buah juga dapat membantu penyembuhhan beberpa penyakit, misalnya keputihan. Buah bisa dikonsumsi secara langsung atau dijadikan jus.

Buah dapat anda konsumsi sebagai camilan disela-sela jam makan. Dapat dikonsumsi langsung atau diolah menjadi jus buah. Mengganti camilan anda denganbuah juga dapat membantu menstabilkan berat badan idela, jadi untuk Anda yang sedang melakukan program diet sangat disarankan. Berikut beberapa buah yang dapat membantu mengatasi keputihan:

  • Pisang

Pisang biasanya dikonsumsi oleh seseorang yang sedang melakukan program diet. Pisang juga dapat membantu mengobati keputihan. Konsumsi 1 buah pisang setiap harinya sudah cukup untuk mencegah keputihan. Anda juga bisa menaambahkan susu dan madu ketika membuat jus pisang.

  • Delima

Buah delima cukup jarang dijual dipasaran, namun manfaatnya tidak diragukan lagi. Selain buahnya yang dapat anda olah menjadi jus, daunnya juga mempunyai khasiat untuk keputihan. giling 30 lembar daun delima yang bersih dengan tanbahan merica. Setelah halus tambahkan air hangat. Konsumsi 1 hari sekali.

  • Jambu

Jus untuk menghilangkan keputihan selanjutnya adalah buah jambu. Hampir sama seperti delima, daun dari buah jambu pun bermanfaat untuk keputihan. Caranya yaitu dengan merebus daun jambu yang sudah dicuci bersih. Setelah air rebuan berubah warna, bersihkan daerah kewanitaan dengan air rebusan tersebut.

Selain konsumsi buah-buahan, ada juga beberapa cara alami dan mudah ditemui, yang dapat anda coba. berikut beberapa cara alami menghilangkan keputihan :

Teh Hijau

keputihan menggumpal

Teh hijau ternyata tak hanya nikmat diminum bersama beberpa camilan, ternyata bisa dimanfaatkan untuk pengobatan keputihan. Berikut caranya :

– Rendam teh hijau di air hangat  10 menit.
– Lalu taruh  di dalam kulkas 15 menit.
– Bersihkan area kewanitaan, setelah bersih letakkan di area kewanitaan selama beberapa saat.
– Bilas seperti biasa, lalu keringkan.

– Lakukan terapi ini dipagi hari dan sebelum tidur.

Jahe

Meski jahe lebih dikenal untuk penghangat tubuh atau biasa digunakan untuk jamu, namun bisa juga untuk mengibati keputihan. Berikut caranya :

Bahan :

  •   1 ruas jahe (dimemarkan).
  •   1 gelas air.
  •  Madu secukupnya.

Cara membuatnya :

  •  Bersihkan jahe, lalu rebus dengan 1 gelas air. Biarkan hingga mendidih.
  •   Setelah mendidih, saring air rebusan sambil ditunag pada gelas.
  •   Konsumsi selagi hangat.
  •   Anda bisa tambahkan madu jika tidak kuat dengan rasa pedas jahe. Konsumsi rebuskan jahe ini 2 kali sehari.

Daun Sirih

  • Siapkan 3 lembar daun sirih yang sudah dibersihkan, lalu rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih.
  • Biarkan airnya surut hingga menjadi 1gelas, lalu matikan api.
  • Tunggu hingga agak hangat sebelum dikonsumsi. anda juga dapat menambahkan madu atau lemon agar lebih nikmat.
  • Konsumsi air rebusan daun sirih ini 2 hari sekali.

Selain diminum air rebusannya, anda bisa juga gunakan rebusan air daun  sirih ini untuk membilas organ intim. Namun, tidak boleh terlalu sering ya ! Agar,mengganggu keseimbangan pH organ intim. pH yang tidak seimbang pada daerah kewanitaan justu dapat memicu keputihan.

Jika upaya diatas tidak mengurangi keputihan, maka sebaiknya konsultasikan pada dokter. Dokter biasanya akan melakukan melakukan pemeriksaan uuntuk mengetahui penyebab dan meutuskan terapi yang akan diberikan. Selain melakukan pengobatan dengan alami seperti diatas, ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan, yakni :

Selama terapi keputihan ini juga perlu diperhatikan beberapa hal, sebagai berikut :

  • Keringkan daerah kewanitaan jika sudah buang air kecil.
  • Segera ganti celana dalam jika sudah terasa basah atau lembab.
  • Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat.
  • Berbanyak untuk konsumsi buah-buahan dan sayur-mayur.
  • Melakukan olahraga ringan.

Gejala Kanker Serviks !