Apakah kista berbahaya? Ini dia penjelasannya

0
29

Seputarherbal.com – Kista merupakan salah satu masalah kesehatan yang ditandai dengan munculnya benjolan di tubuh. Ada beberapa penyakit yang memang ditandai dengan munculnya benjolan, salah satunya adalah kanker. Lantas, apakah kista berbahaya? Simak ulasan di bawah ini.

Pada dasarnya, kista adalah kantung tertutup atau benjolan berbentuk kapsul, yang mana benjolan tersebut dapat berisi cairan, udara, atau jaringan semisolid. Kista juga dapat terbentuk di bagian tubuh mana saja, seperti di kulit, kulit kepala, wajah, lengan, lutut, belakang lutut, payudara, hingga di organ dalam tubuh seperti indung telur (ovarium), rahim, hati, ginjal, hingga otak.

Pada sebagian besar kasus, umumnya kista tidak bersifat ganas tau bisa juga disebut jinak, sehingga kista pada dasarnya bukanlah jenis penyakit serius dan berbahaya layaknya penyakit kanker. Meski begitu Anda harus tetap waspada, sebab ada beberapa jenis kista yang mungkin berpotensi untuk menjadi sel kanker.

Penyebab Terbentuknya Kista

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat memicu pertumbuhan kista, antara lain adalah :

  • Faktor genetik atau turunan
  • Infeksi
  • Adanya kelainan pada perkembangan embrio
  • Tumor
  • Cacat pada sel
  • Mengalami kondisi inflamasi kronis
  • Penyumbatan pada saluran tubuh
  • Cedera
  • Akibat parasit

Gejala Kista

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa gejala utama dari kista adalah munculnya benjolan di bagian tubuh tertentu, yang letaknya tergantung pada jenis kista itu sendiri. Selain itu, kista juga dapat tumbuh dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari kecil hingga sangat besar. Munculnya kista juga dapat disertai dengan gejala-gejala berikut :

  • Infeksi yang memicu timbulnya rasa nyeri pada bagian tubuh yang ditumbuhi kista.
  • Keluar darah atau nanah yang berbau tidak sedap dari benjolan.
  • Kemerahan di kulit area kista.
  • Bagian tubuh yang ditumbuhi kista terasa kaku atau kesemutan.
  • Demam dan pusing.
  • Mual dan muntah.

Selain gejala-gejala di atas, ada kemungkinan munculnya gejala lain sesuai dengan jenis kista yang dialami.

Jenis Kista

Ada beberapa jenis kista yang dapat terbentuk di dalam tubuh, terutama pada tubuh wanita. Namun tidak seperti penyakit lainnya, kista justru seringkali tidak diketahui penyebabnya dan juga jarang menimbulkan gejala yang spesifik, sehingga banyak pengidap kista yang tidak menyadari bahwa Ia menderita kista.

Berikut ini beberapa jenis kista yang perlu Anda ketahui :

  1. Kista Ovarium

Kista ovarium merupakan salah satu jenis kista yang paling sering terjadi pada wanita. Kista ovarium sendiri adalah sejenis benjolan atau tumor jinak berisi cairan yang terbentuk pada bagian indung telur (ovarium). Sebenarnya, kondisi ini merupakan suatu hal yang umum terjadi pada wanita. Dalam sebagian besar kasus, kista ovarium juga tidak bersifat ganas dan dapat menghilang dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus. Selain itu, kista di ovarium umumnya juga tidak menimbulkan gejala yang dapat mengganggu kenyamanan pengidapnya.

  1. Kista Payudara

Kista payudara merupakan benjolan atau tumor jinak yang di dalamnya berisi cairan. Benjolan ini terbentuk di jaringan payudara dan umumnya tidak berkembang menjadi sel kanker. Dalam beberapa kasus, kista payudara cenderung tidak membutuhkan pengobatan khusus, kecuali jika ukuran kista semakin membesar atau menimbulkan gejala yang mengganggu kenyamanan pengidapnya.

  1. Kista Bartholin

Kista bartholin merupakan jenis kista yang terbentuk pada salah satu atau kedua kelenjar vagina. Benjolan akibat kista bartholin muncul akibat kelenjar pelumas pada vagina (kelenjar bartholin) tersumbat. Jenis kista ini umumnya terjadi akibat adanya infeksi bakteri penyebab gonore atau klamidia. Sementara itu, gejala utama dari kista bartholin sendiri dapat berupa pembengkakan di area sekitar vagina yang terkadang disertai timbulnya rasa nyeri.

  1. Kista Baker

Kista baker merupakan kondisi di mana munculnya benjolan pada bagian belakang lutut. Penyebab utama terjadinya kistabaker adalah akibat adanya penumpukan cairan pelumas sendi (cairan sinovial) yang berlebih pada jaringan lutut. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu oleh sejumlah masalah pada lutut, seperti peradangan sendi atau tulang rawan lutut yang robek.

  1. Kista Dermoid

Kista dermoid adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan abnormal di tubuh. Benjolan ini dapat berisi bermacam-macam struktur jaringan, ai antaranya seperti gigi, folikel rambut, kelenjar keringat, serta jaringan saraf. Jenis kista ini dapat mucul di permukaan kulit atau organ lain yang ada di dalam tubuh, seperti rongga perut, otak, tulang belakang, rongga sinus, dalam hidung, hingga ovarium.

  1. Kista Epidermoid

Kista epidermoid merupakan benjolan jinak yang terbentuk di bawah kulit yang dapat tumbuh di bagian kulit manapun. Di antaranya adalah kepala, wajah, leher, panggung, hingga alat vital sekalipun. Kista epidermoid biasanya tidak menimbulkan masalah yang serius. Namun, pada beberapa kasus, jenis kista ini dapat mengganggu penampilan, sehingga membuat pengidapnya merasa tidak percaya diri. Selain itu, kista epidermoid juga bisa terasa nyeri, mengalami infeksi, atau pecah.

  1. Kista Pilonidal

Jika umumnya kista merupakan benjolan berisi cairan atau darah, maka lain halnya dengan kista pilonidal. Berbeda dengan jenis kista pada umumnya, kista pilonidal  umumnya berisi rambut dan serpihan kulit. Kista pilonidal paling sering ditemukan di bagian punggung bawah, tepatnya di dekat tulang ekor.

Kista pilonidal bisa berbahaya apabila tidak segera diatasi,terutama jika sudah terkena infeksi. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, bahkan hingga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit yang disebut dengan karsinoma sel skuamosa.

Apakah kista berbahaya?

Untuk dapat mengetahui kista yang tumuh berbahaya atau tidak, maka diperlukan pemeriksaan oleh dokter. Dalam hal ini, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah secara lengkap, USG, CT scan, hingga MRI. Hal ini bertujuan untuk melihat seberapa besar ukuran kista. Apabila diperlukan, maka dokter juga dapat melakukan pemeriksaan biopsi guna memastikan kista yang tumbuuh tidak bersifat ganas dan berbahaya.

Selain itu, tidak semua jenis kista harus dioperasi, selama ukurannya kecil dan tidak menimbulkan gejala atau keluhan apapun. Bahkan dalam beberapa kasus, kista dapat menyusut dan menghilang dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, dokter akan tetap meminta pengidap kista untuk melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memantau perkembangan kista.

Sementara itu, operasi pengangkatan kista baru akan dilakukan jika kista yang tumbuh sudah cukup besar, menimbulkan gejala yang mengganggu atau menyebakan masalah pada organ tubuh lain.

Diperlukan atau tidaknya operasi juga dapat dipertimbangkan berdasarkan jenis, ukuran, lokasi tumbuhnya kista, serta apakah terjadi infeksi atau tidak pada kista.

Baca Juga : Cara Menghilangkan KISTA secara Alami

https://lingshenyao.id/obat-kista-coklat/